Aku dan Diriku yang Baru

by - March 16, 2018

Hari ini ada satu pelajaran bagiku yang mungkin semua orang pasti mengalaminya. Semakin bertambah usia aku semakin berfikir seberapa besar pengaruhku bagi orang lain. Hal bodoh yang pernah aku fikirkan adalah, aku merasa tak berguna, tak berarti, dan punya arti. Sibuk mencari jati diri sampai sampai melupakan jati diri yang sesungguhnya.
Lebih banyak mengeluh, lebih banyak bertanya kenapa? Harus bagaimana? Kok bisa? Harusnya seperti ini... seperti itu..  dan pasti masih banyak lagi pertanyaan yang semakin menjauhkan kita pada diri kita sendiri. Be you'r self mungkin gak cukup karna sifat manusia adalah kurang puas dengan apa yg dia punya. Kita pengen hidup seperti si A, tapi dia malah pengen hidup seperti si B, dan seterusnya dan seterusnya. Kita juga lupa masih banyak orang yang ingin hidup seperti kita.

Jujur, pertamyaan seperti itu yang akan membawa kita semakin tak tau arah kemana kita hidup, ya mungkin ada sisi baiknya, dimana kita puas hanya dengan satu jawaban dan kita mulai bertindak. Tapi bukankah pertanyaan seperti itu malah akan jg bumerang bagi diri kita sendiri? Menurutku iya. Karena jawaban yg kita dapat dari orang lain kadang gak sesuai dengan yg kita mau tapi kita harus lakukan.

Stop berfikir hidup kita gak bermanfaat, lihat disamping kita ada orang tua yang selalu menebar harapan ke kita, yang siap menjaga saat kita jatuh, ada saudara kita yang selalu memberi dukungan  seburuk apapun keputusan kita. Lihat disekeliling ada teman kita yang siap menjadi bahu kita ketika kita lelah. Seberapa banyak teman kita? Tak perlu banyak, buktinya 1 besi lebih sulit dipatahkan dari pada 100 lidi.

Hidup tak perlu banyak rencana, semakin banyak rencanamu semakin banyak kamu berfikir untuk mencapai rencana yang sudah kamu susun.

You May Also Like

0 comments