malam minggu? sabtu malam? Sama saja
Malam minggu, kata yang tak asing bagi kaula muda. Baik yang berpasangan, proses pdkt bahkan para jomblo yang menghapus kata malam minggu dalam kamus mereka, padahal itu bisa-bisanya mereka aja biar kuat menghadapi kenyataan, kalo gak jadi obat nyamuk ya jadi penjaga rumah, ehh kalo punya temen sesama "jomblo" paling mereka nongkrong bareng.
Gak mau kalah dong kita kaum LDR juga memanfaatkan malam minggu ini, pastinya dengan cara kita masing-masing. Dan tentunya hal paling di tunggu adalah sebuah pertemuan untuk saling melepas rindu, dan itu selalu dijadikan malam minggu bagi mereka, entah itu hari rabu, kamis, bahkan hari senin sekalipun merupakan hari istimewa untuk mereka. Sama halnya dengan kita yang selalu menjadikan setiap hari dimana kita bertemu menjadi sebuah hari istimewa.
Kami (aku dan dia) mengambil seuah keputusan untuk menjalin sebuah hubungan jarak jauh ini, memang sih beresiko tinggi tapi kami yakin kalau bisa jalani hubungan ini meski jarak memisahkan (kata-kata yang udah sering di dengar). Awalnya mungkin aku sedikit ragu, tapi semua itu seolah tertutup oleh rasa nyaman yang aku rasakan. Entah kenapa akupun meng-iyakan ketika dia memgutarakan isi hatinya yang mungkin udah dipendam beberapa bulan terakhir (ketahuan setelah dia cerita sendiri 😅). Sebulan dua bulan tiga bulan, perasaan yang gak pernah berubah, rasa nyaman yang masih sama, seperti saat pertama kita jadian bahkan jauh sebelum itu, bahkan bukan berkurang melainkan bertambah. Seperti bunga yang harus melewati proses untuk mekar, hal itu yang aku takutkan karna bunga pasti akan layu setelah ia mekar. Tapi kamu selalu berusaha menikmati setiap waktu yang diberikan dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Tepatnya aku lupa, tapi kita ketemu 3 bulan lebih setelah kita jadian, mungkin agak alay atau mungkin orang akan memandang sebelah mata, karna kami pun jadian hanya lewat perantara. Mungkin hal yang paling berjasa dalam hubungan kami adalah hp, barang yang terpenting salam hubungan ini, karna dengan barang tersebut kita saling beradu suara rindu. Salah satu hal yang bisa membuat sebuah hubungan menjadi lebih baik lagi adalah komunikasi, dan kita mempraktekannya, tiap hari kita ngobrolin hal-hal yang mungkin biasa bagi orang lain, ngobrolin hal-hal yang gak penting, tapi aku yakin, obrolan itu yang suatu saat kami rindukan. Kembali lagi ke malam minggu, malam minggu ini kalau gak salah kita habiskan main di luar berasama salah seorang teman, walaupun barengan tapi ada saatnya kita ngobrol berdua. Malam minggu yang gak aku lupakan adalah malam minggu dimana dia menyampaikan perasaannya dari hati yang terdalam dan secara langsung. Terharu? Iya... Aku terharu bukan karna dia secara langsung mengutrakan perasaannya, tapi terharu karna ternyata sebuah perbedaan dapat menyatukan kita berdua, disisi lain terharu karna aku ngrasa dia menyampaikannya bener-bener dari hati bukan intuk sesuatu yang bisa ditarik ulur. Mungkin malam minggi ini juga sebagai malam perpisahan karna tidak lama lagi dia akan kembali lagi ke tanah perantauannya.
Melakukan aktifitas seperti biasanya, saling bertegur sapa dengan tulisan, saling menyemangati dalam suara dan doa. Aktifitas yang bakal banyak menyita waktu kita untuk menatap layar kecil dengan sebaris tulisan kerinduan. Mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan bagaimana kita menjalin sebuah hubungan, mengutamakan komunikasi dan saling memahami satu sama lain. Kembali ke rutinitas sumula tentunya gak akan mengurangi kenyamanan yang sudah kami rasakan. Malam minggu ini mungkin akan menjadi saksi dimana sesuatu yang gak pernah aku bayangkan ternyata terjadi pada diriku sendiri.
Tidak banyak cerita untuk malam minggu ini, karna mungkin ada rasa canggung dan rasa malu. Maklum saja memang kita termasuk dalam makhluk-makhluk dengan kadar kepercayaan diri yang cukup rendah. Malam minggu yang sebenernya sangat singkat dan masih banyak hal yang sebenarnya mau kita lakukan. Seolah-olah kita ingin menghentikan waktu sejenak tapi itu mustahil, yang bisa kita lakukan adalah mengingatnya dalam pikiran dan hati.












